Pengalaman pertama ikut lomba Debat Sastra. Sama sekali tidak merasa tegang, tidak deg-degan ataupun cemas. Mungkin karena saya sangat antusias dengan serangkaian acara Bulan Bahasa HMJ BASINDO ini. Pertama kalinya juga ada lomba debat sastra, biasanya hanya debat ilmiah. Menyenangkan. Walau mungkin ada banyak kendala, karena sastra memunculkan presepsi berbeda-beda pada tiap individu. Debat sastra jadi semacam pertunjukan ego masing-masing. Pemenangnya juga sudah bisa ditebak, karena jelas saja kakak tingkat sudah memiliki pengalaman debat dan pengetahuan sastra yang lebih banyak. Yang saya sayangkan, tema debat yang digunakan sangat rancu. Memiliki pemahaman berbeda-beda bagi tiap orang. Ini yang kemudian menghambat saya dalam penyusunan esai sebagai syarat awal. Kendala lain menurut saya, karena sedikitnya pengetahuan sastra yang saya miliki. Saya hanya melihat sastra dari luarnya, belum sampai ke permasalahan di dalamnya. Bodohnya, karena memang masalah sastra hanya dibahas seadanya dalam perkuliahan, sedangkan saya sendiri tidak punya cukup inisiatif untuk mencari pengetahuan tersebut sendiri di luar perkuliahan. Tapi sebagai pengalaman pertama, menurut saya acara ini berjalan cukup baik. Saya merasa sangat puas. Walaupun tidak menang tapi saya merasa senang. Setidaknya saya sudah menang melawan rasa malas dalam diri saya, malas untuk menulis dan mencoba. Esai sastra yang saya ajukan dalam lomba debat ini adalah esai pertama saya. Saya belajar sangat banyak dari proses pembuatan esai ini. Juga saat acara tersebut berlangsung. Seperti yang salah satu juri katakan, bahwa sastra memberikan energi. Dan saya sudah membuktikannya. saya mendapat energi untuk lebih mencintai sastra. Terima Kasih banyak ^^
*Sastra memberimu energi*
*Menciptakan sastra itu mudah, tapi memasukkan ruh ke dalam karya sastra itu yang sulit*
*Dengan banyak membaca, kamu akan dapat membaca hal yang tidak tersirat, kamu akan lebih peka dan mudah memahami makna*
*Sastra memberimu energi*
*Menciptakan sastra itu mudah, tapi memasukkan ruh ke dalam karya sastra itu yang sulit*
*Dengan banyak membaca, kamu akan dapat membaca hal yang tidak tersirat, kamu akan lebih peka dan mudah memahami makna*