Rabu, 07 Mei 2014

Jadi, boleh dilawan???

Saya tidak mengerti, kenapa kita diperkenalkan tokoh-tokoh sastrawan dan semangat membara mereka untuk melawan pemerintahan yang tidak pro-rakyat? Lha kenapa kita mesti tahu kalau para sastrawan itu berani mati berkarya menyuarakan ketidakadilan? Membakar semangat sekawan agar mau melawan. Ahhhh… saya benar-benar tidak mengerti. Jika pada akhirnya setelah kita mengenal para sastrawan ini, lalu kemudian tergerak untuk berani menyuarakan, tapi kemudian justru dibungkam.. 
Lawan.. Lawan.. Lawan gundulmu.. Siapa yang mau dilawan? Mereka? Mereka yang memperkenalkanmu pada kami? Bisa dilawan? Boleh dilawan? Sekali bilang langsung dibungkam. Sekali dipandang langsung menantang. Sekali kami menyuarakan ketidakadilan, maka dipersulitlah segala urusan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar