Saya
tidak mengerti, kenapa kita diperkenalkan tokoh-tokoh sastrawan dan semangat
membara mereka untuk melawan pemerintahan yang tidak pro-rakyat? Lha kenapa
kita mesti tahu kalau para sastrawan itu berani mati berkarya menyuarakan ketidakadilan?
Membakar semangat sekawan agar mau melawan. Ahhhh… saya benar-benar tidak
mengerti. Jika pada akhirnya setelah kita mengenal para sastrawan ini, lalu
kemudian tergerak untuk berani menyuarakan, tapi kemudian justru dibungkam..
Lawan..
Lawan.. Lawan gundulmu.. Siapa yang mau dilawan? Mereka? Mereka yang
memperkenalkanmu pada kami? Bisa dilawan? Boleh dilawan? Sekali bilang langsung
dibungkam. Sekali dipandang langsung menantang. Sekali kami menyuarakan
ketidakadilan, maka dipersulitlah segala urusan..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar