Jumat, 02 Mei 2014

Jodoh

Lahir sebagai anak terakhir dari tiga bersaudara membuat saya merasa beruntung. Saya beruntung karna memiliki kakak perempuan dan kakak laki-laki. Saya beruntung karena saya bisa banyak belajar dari mereka berdua. Sebagai adik terakhir yang manja, saya dekat dengan kedua kakak saya. Hampir setiap hari saya menghabiskan waktu dengan bermain atau menonton tivi dengan kakak laki-laki saya karena kakak perempuan saya tinggal bersama nenek. Meski jarang bertemu, saat remaja hingga dewasa kami menjadi semakin akrab. Maklum saja, dua remaja yang beranjak dewasa. Banyak hal-hal baru yang kami perbincangkan. Banyak hal baru yang kami pelajari lalu diskusikan. Salah satunya adalah masalah jodoh atau percintaan. Saya dan kakak perempuan saya sama dalam banyak hal, terutama dalam hal pemikiran. Pernah suatu kali kami membicarakan masalah pernikahan. Diawali dengan menginggat cerita rumahtangga beberapa  orang, saudara, teman, dan bahkan orangtua kami sendiri. Dari cerita rumahtangga mereka, semua penuh dengan perjuangan, dan tanggisan. Kami sama-sama tahu bahwa pada setiap kebahagiaan akan selalu ada celah bagi kesedihan untuk masuk di antaranya, seindah-indahnya suatu pernikahan pastilah ada celah bagi kesedihan untuk masuk di dalamnya. Oleh sebab itu, kami berkomitmen untuk memilih suami yang tepat, suami yang tepat bagi kami adalah suami yang benar-benar kami cintai dengan tulus. Karena kami percaya, saat kami benar-benar mencintai pasangan kami maka kami akan bertahan sekuat tenaga dalam hubungan tersebut. Apapun yang dilakukan suami nantinya, jika cinta pastilah kami mampu memaafkan. Begitu pikir kami..
Sekarang kakak peempuan saya sudah menemukan jodohnya, saya turut berbahagia. Semoga lelaki ini adalah lelaki yang mampu membuat kakak saya bertahan menghadapi segala cobaan yang ada di depannya. J aminnn 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar