Menjadi
public figure memang tidak mudah, seseorang dituntut harus terus berkarya.
Dengan aktivitas yang begitu padat dan melelahkan. Beberapa dari public figure
tersebut memang menikmati keadaan tersebut, namun tidak sedikit pula yang
merasa kewalahan dan stress. Sebagian besar dari kita memang tidak tau kapan
waktu yang tepat untuk berhenti dan memulai lagi. Terlalu berambisi untuk
mengejar sesuatu atau hanya untuk mempertahankan
eksistensi diri. Dalam hidup perlu ada jeda sejenak, vakum dari segala
aktivitas yang kita geluti. Sekadar untuk mereboisasi kembali motivasi yang
sudah basi atau sekadar melakukan penyegaran kembali pada tubuh dan fikiran.
Ada beberapa alasan mengapa seseorang memilih vakum dari aktivitasnya, seperti
tuntutan keluarga, kondisi kesehatan, keadaan lingkungan, atau kesadaran diri.
Salah satu public figure yang sempat vakum yaitu Iwan fals. Seorang musisi yang
melalui karyanya banyak menyindir penguasa dengan segala kebobrokannya, hingga
pernah dicekal rezim Orde baru. Setelahnya Iwan Fals terus berkarya. Ia juga
pernah menciptakan musik koraborasi dengan W.S. Rendra, Sawung Jabo dan
Setiawan Djodi dalam Katata Taqwa yang sempat memberi inspirasi bagi anak-anak
muda dimasa itu untuk mempertanyakan status quo kekuasaan. Dan karena kondisi
Negara yang sedang tidak baik, maka dimasa peralihan Reformasi, Iwan Fals vakum
dari public. Dan kembali lagi saat keadaan sudah membaik dimasa Reformasi,
seperti yang dipaparkan dalam salah satu buku berjudul “100 Tokoh yang Mengubah
Indonesia” yang ditulis oleh Floriberta Aning, dkk. “Setelah hiruk-pikuk
reformasi di Indonesia, kini iwan sesekali kembali ke dunia panggung untuk
menyapa public dan melantunkan lagu-lagu barunya”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar