Minggu, 15 Desember 2013

Iwan Fals Pernah Vakum Saat Reformasi


Menjadi public figure memang tidak mudah, seseorang dituntut harus terus berkarya. Dengan aktivitas yang begitu padat dan melelahkan. Beberapa dari public figure tersebut memang menikmati keadaan tersebut, namun tidak sedikit pula yang merasa kewalahan dan stress. Sebagian besar dari kita memang tidak tau kapan waktu yang tepat untuk berhenti dan memulai lagi. Terlalu berambisi untuk mengejar sesuatu  atau hanya untuk mempertahankan eksistensi diri. Dalam hidup perlu ada jeda sejenak, vakum dari segala aktivitas yang kita geluti. Sekadar untuk mereboisasi kembali motivasi yang sudah basi atau sekadar melakukan penyegaran kembali pada tubuh dan fikiran. Ada beberapa alasan mengapa seseorang memilih vakum dari aktivitasnya, seperti tuntutan keluarga, kondisi kesehatan, keadaan lingkungan, atau kesadaran diri. Salah satu public figure yang sempat vakum yaitu Iwan fals. Seorang musisi yang melalui karyanya banyak menyindir penguasa dengan segala kebobrokannya, hingga pernah dicekal rezim Orde baru. Setelahnya Iwan Fals terus berkarya. Ia juga pernah menciptakan musik koraborasi dengan W.S. Rendra, Sawung Jabo dan Setiawan Djodi dalam Katata Taqwa yang sempat memberi inspirasi bagi anak-anak muda dimasa itu untuk mempertanyakan status quo kekuasaan. Dan karena kondisi Negara yang sedang tidak baik, maka dimasa peralihan Reformasi, Iwan Fals vakum dari public. Dan kembali lagi saat keadaan sudah membaik dimasa Reformasi, seperti yang dipaparkan dalam salah satu buku berjudul “100 Tokoh yang Mengubah Indonesia” yang ditulis oleh Floriberta Aning, dkk. “Setelah hiruk-pikuk reformasi di Indonesia, kini iwan sesekali kembali ke dunia panggung untuk menyapa public dan melantunkan lagu-lagu barunya”. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar