Sabtu, 14 Desember 2013

Teruskanlah

"Selamat Pagi sayang. Selamat beraktivitas."

Sebuah pesan singkat samar-samar kubaca. Ku lirik jam wekker disamping tempat tidur. 05.30. Masih cukup pagi.
Kembali kupejamkan mata, membawa segala pertanyaan dan gejolak rasa yang ditimbulkan pesan singkat barusan.

Entah kapan kali terakhir pesan serupa aku terima. Pesan yang 6 bulan lalu tidak pernah telat dikirim. Pesan yang 6 bulan  lalu menjadi sajian hangat tiap pagi. Pesan yang 6 bulan lalu selalu menghadirkan sumber energi untuk menjalani rutinitas seharian.

Namun itu 6 bulan lalu. Sebelum cerita cinta yang kita jalin selama 3 tahun berujung pada keputusan "Long Distance". Tidak ada yang salah dengan pilihanmu mengejar cita-cita keluar kota. Toh jarak dari kota tempatmu melabuhkan mimpi tidak jauh dari kota kelahiran kita. Cuma butuh 6 jam perjalanan. Kupikir kita masih bisa bertemu, setidaknya sebulan sekali.

Dan ternyata semua tak semudah bayangan kita. Janji manis menjelma luka. Semua berubah. Hari-hari berjalan hambar. Tanpa panggilan sayang, tanpa perhatian, tanpa peluk cium nina bobok.

Mimpimu telah mengantikan posisiku. Tidak ada aku lagi di penglihatanmu, sentuhmu, senyummu, khayalmu, dan mungkin perlahan terhapus dari hatimu. Kamu terlalu sibuk dengan duniamu, dunia tanpa aku. Aku mulai tak mengenal sosokmu, kamu menjelma orang asing dimataku. 

Bisa dihitung, berapa kali kamu membalas pesan singkatku. Berapa kali kamu menelponku, berapa kali kamu menemuiku dalam 6 bulan terakhir ini. Dengan alih-alih sibuk, kamu terus menjauh. Selalu aku yang kamu anggap salah. Aku yang kamu tuduh tak mampu memahami kesibukanmu. Sungguh perih, bertahan tanpa arti.

Namun aku terus bersabar. Sabar menunggu detik dimana memorimu menggingat keberadaanku kembali.
"Sebagian orang berkata bahwa menunggu adalah perbuatan bodoh. mungkin orang-orang itu belum mengenal efek dari cinta."

Jika menunggu adalah cara terbaik untuk mendapatkan cintamu kembali, maka berapa lama aku harus melakukannya?

Agnes Monica, Teruskanlah.

2 komentar:

  1. menunggu itu bikin ubanan looh...............wkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tanyakan pada Safitri. Dia paling tau apa efek menunggu.. :p hahahaha

      Hapus