Jumat, 20 Desember 2013

Jangan Berhenti Menulis!

Menulis tentulah kegiatan yang sangat menyenangkan. Banyak manfaat yang kita dapat dari menulis. Selain sebagai sarana menuangkan ide, seperti halnya dengan foto, menulis juga dapat merekam moment. Menulis mampu merekam moment yang ada saat ini dan membantu kita untuk merefleksi diri di kemudian hari. Banyak dari kita yang memilih menulis sebagai hoby, namun tidak sedikit juga yang menjadikan menulis sebagai profesi.
Bagi mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia menulis tidak bisa dijadikan pilihan tapi suatu keharusan. Pada jurusan ini terdapat mata kuliah menulis yang menjadikan menulis sebagai tugas utamanya. Terdapat dua mata kuliah menulis, yaitu menulis satu dan menulis dua. Menulis satu menuntun kita untuk mengenal dasar-dasar menulis dan macam-macam paragraf. Di mata kuliah menulis satu ini kita belajar menulis paragraf yang baik dan enak dibaca, sesuai dengan jenisnya. Pada mata kuliah selanjutnya, yaitu menulis dua, kita mulai belajar menulis satu tingkat di atas paragraf yakni menulis wacana.
Menulis merupakan kegiatan yang sangat dekat dengan kita. Tanpa kita sadari sedikit banyak, kita tidak dapat terhindar dari aktivitas ini. Setiap hari kita menulis walau dengan konteks yang berbeda-beda. Karena itu menulis sepertinya suatu kegiatan yang mudah. Namun apa benar demikian?
Menulis memanglah suatu kegiatan yang mudah. Kita tinggal menuangkan apa yang ada dalam pikiran kita ke dalam bentuk tulisan. Namun berbeda halnya saat menulis untuk dinilai. Menulis tetap menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan namun tidak lagi mudah (Bagi saya). Ada banyak hal yang harus kita perhatikan dalam tulisan kita, mulai dari ide pokok tulisan, keteraturan, pemilihan kata, pengunaan bahasa, sampai dengan ejaan harus diperhatikan dengan baik.
Bisa karena terbiasa. Agar tulisan kita baik dan enak dibaca, yang perlu kita lakukan adalah membiasakan diri menulis. Semakin sering kita menulis, maka semakin matang tulisan kita. Ejaan juga memengaruhi tulisan kita agar enak dibaca, untuk itu sesekali perlulah kita membuka EYD agar tulisan kita lebih matang lagi. Buat tulisan kita mengalir seperti aliran sungai yang tenang, jangan seperti ombak pantai yang terus meledak-ledak.
Berkali-kali saya menulis, berkali-kali pula saya mendapat koreksi dari dosen saya. Suatu ketika saya merasa lelah menulis, beranggapan bahwa saya tidak bisa menulis. Namun buru-buru saya tepis anggapan saya. Tidak ada koreksi yang tidak bertujuan untuk kebaikan. Mungkin bukan tidak bisa, namun harus lebih terbiasa.
Banyak juga dari kita yang merasa tulisannya tidak bagus. Itu salah, karena tidak ada tulisan yang tidak bagus, yang ada hanya tulisan yang belum jadi. Sehingga perlu penyempurnaan lagi. Untuk itu teruslah menulis, jangan pernah berhenti menulis!
Mari terus menulis!


*Tulisan ini dibuat untuk menyemangati diri sendiri. Hidup mata kuliah Menulis! :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar